Andrea Hirata hadir lagi dengan sekuel Laskar Pelangi terakhir yang berjudul Maryamah Karpov. Maryamah Karpov adalah karya pamungkasnya setelah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor. Lengkaplah sudah tetralogi Laskar Pelangi. Si bungsu ini hampir setebal kakak pertamanya 504 halaman. Cover depan bergambar seorang gadis memainkan biola. Buku ini adalah puncak kesempurnaan karya Andrea Hirata di mana alur cerita sangat jelas, rapi, sistematis, dan ringan, sehingga sangat mudah untuk dicerna. Sedikit deskripsi, tapi lebih jelas, padat, dan mudah untuk dipahami.
Cerita bermula dari ayah Ikal yang batal naik pangkat. Dari situ berpindah ke Eropa pada saat puasa bulan September di mana jam 10 malam langit masih terang dan ujian tesisnya dimulai jam 9 malam tanpa sahur. Setelah lulus, Ikal menyempatkan diri menikmati Eropa dan kembali lagi ke Edensor sebelum pulang kampung ke Indonesia. Selanjutnya, cerita dilanjutkan tentang kegiatan di kampungnya yang penuh dengan hal-hal lucu, aneh, luar biasa, bahkan hampir tidak mungkin terjadi.
Inti cerita buku ini adalah pencarian A Ling dan tentang budaya masyarakat di sekitar Ikal. Dikatakan dalam buku orang Melayu adalah amat asosiatif dan metaforik, penuh perlambang dan perumpamaan. Hal itu terefleksi pada hobi mereka berpantun dan menjuluki orang. Maka dalam buku ini dituliskan nama-nama orang dalam masyarakat beserta dengan julukan dan penyebabnya yang kocak. Selain itu, juga diceritakan tentang kebiasaan berjudi taruhan konyol tak masuk akal yang dilakukan oleh orang-orang malas di warung kopi yang menjadi bumbu utama dalam buku ini.
Dalam cerita ini Anda tidak menemukan frase “Maryamah Karpov” lebih dari seluruh jumlah jari di kedua tangan Anda. Maryamah adalah nama seorang ibu yang pernah diceritakan dalam buku kedua. Ibu ini mempunyai anak yang bernama Nurmi, seorang pemain biola yang menjadi cover buku. Karena ibu ini sering mengajari orang-orang langkah catur “Karpov”, maka orang-orang menjulukinya “Maryamah Karpov”.
Tak usahlah kuceritakan seluruh isi buku ini, Kawan. Karena terlalu seru dan akan membuatmu tidak jadi penasaran. Pokoknya tidak akan rugi Anda membaca buku ini, bahkan jika Anda masih kecewa dengan sekuel sebelumnya karena buku ini bagaikan kitab terakhir yang menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Buku ini wajib dibaca dan dimiliki bagi yang sudah membaca, ataupun memiliki sekuel-sekuel sebelumnya. Ayolah kawan… Belilah di toko buku yang memberi potongan harga dan sampul plastik gratis.





























![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://rizakasela.files.wordpress.com/2009/08/valid-rss.png)











.jpg)

