Perjuangan Nonton TRANSFORMERS

transformers revenge of the fallen

Setelah hari pertama gagal mendapatkan tiket TRANSFORMERS, hari ke-2 pun juga gagal bahkan dengan lebih mengenaskan.
Baca entri selengkapnya »

Belanja abis di Malioboro

Setelah selesai dari GSP, kami makan ke foodcourt UGM yang tepat berada di belakang BNI UGM. Abis Rp15ribu. Mahal. Gak enak. Kapok dah cukup sekali aja ke sini. Setelah selesai makan kami ke toko stiker melapisi laptop Mas Dedi pake stiker hitam. Udah gitu let’s go home… Dah nyampe kost dapat pemberitahuan dari temannya Teddy bahwa Transformers Revenge of the Fallen mulai diputar dari hari ini. Waktu menunjukkan pukul 11.18. Kami masih punya waktu 22 menit sebelum loket dibuka. Let’s go tancap dengan kecepatan tidak penuh ke XXI. Nyampe di sana malah dah penuh antrian. Kita resmi telat menginjakkan kaki di XXI. Mutung dah… Pergi lagi ke Alnect mau beli flash disk pesanan Mas Dedi, tapi batal karena di Alnect gak ada flash disk yang dicari, lalu kami shalat dzuhur dulu di masjid kecil sebelum melanjutkan perjalanan ke Malioboro.

Tujuan pertama tidak jelas akhirnya saia memutuskan untuk membeli flash disk terlebih dahulu. Kami masuk Ramai Mall yang gak ramai. Sampai di bagian komputer kami menelusuri toko yang menjual flash disk kebetulan kami sampai di toko yang lumayan kecil (emang partisi toko di sini kecil semua). Flash disk Transcend JetFlash V33 4GB cuman Rp125.000,00, sedangkan di Alnect harganya Rp140.000,00. Selisih Rp15.000,00 cuy… Langsung beli… Trus tanya Acer 20″ ternyata harganya cuma Rp1,4juta. Masih bisa ditawar tuh. Harga yang tidak bisa Anda dapatkan di toko Quadra. Wakaka… Lalu ada orang yang nanya Acer 16″ kata masnya Rp1juta masih bisa ditawar. Rp10ribu. “Masih untung Mas?” “Ya dikit-dikit”. Wakaka…

Coba masuk ke Mirota Batik. Mau dupa menyengat. Entah dupa apa menyan ya? Mbuh. Di sini cuman liat-liat doang gak ada yang dibeli. Lanjut lagi ke Shopping Center dengan berjalan kaki mau beli buku Knight Templar karya Rizky Ridyasmara, tapi habis. Cape deee…

Isi tenaga kami lanjut nangkring ke J.CO untuk pertama kalinya dengan udiknya. Beli setengah lusin alias 6 biji. Ada Tiramisu, Da Vin Cheese, Al Capone, Jacky Chunk, Monapisa, dan Heaven Berry. Minumnya Ice Capuccino dan Ice Cafe Latte bonus 2 donat Glazzy promo Beverage. Total makan di sini abis Rp69.000,00 udah disedot pajak.

Untuk tidur lebih nyenyak kami beli bantal panjang di Liman seharga Rp58.000,00. Padahal mau beli selimut tebal, tapi karena dicuekin sama mbaknya yang jaga stand selimut jadi kami batalin aja beli selimutnya. Padahal tuh selimut lumayan mahal Rp138ribu. Mampus tuh Liman rugi banget punya karyawan yang gak respect sama pelanggan.

Akhirnya kaki pegal tenan. Kami pulang, tapi sebelumnya kami mampir di UGD mau beli oleh-oleh kaos Dagadu buat Mas Dedi dan Gigih. 2 lembar kaos abis Rp120ribu. Sempat gak sadar yang jaga di toko ternyata Madek yang berdiri mematung. Rambutnya dipotong pendek sih. Biasanya gondrong abis.

belanja hari ini
Makan Rp15.000,00
Flash disk Rp125.000,00
J.CO Rp69.000,00
Bantal Rp58.000,00
Kaos Dagadu Rp125.500,00
TOTAL Rp392.500,00 dalam sehari. Modarrr…………………………..

Ada Shu Qi di GSP UGM

Pagi tadi nemenin Teddy mendaftar SNMPTN di UGM. Datang ke GSP jam 7 ternyata pendaftaran belum buka. Karena pendaftaran belum buka, kami lanjutkan bayar registrasi ke Bank Mandiri di samping Fisipol UGM. IPA dan IPS cuma Rp150.000,00. IPC Rp175.000,00.

Sistematika pendaftaran
1. Membayar pendaftaran di bank yang telah ditunjuk oleh tempat pendaftaran.
2. Menukarkan kwitansi pembayaran dengan formulir pendaftaran.
3. Mengembalikan formulir pendaftaran yang telah diisi.

Yang kami lakukan setelah membayar di bank adalah mengantri penukaran kwitansi dengan formulir pendaftaran. Selang mengantri saia mengambilkan nomor antrian pengembalian formulir. Kami dapat nomor antrian 122. Setelah mendapatkan formulir pendaftran kami mengisi formulir tersebut dengan seksama dan dalam tempo yang sangat lambat karena Teddy tulisannya lelet dan jelek.

Di sini berjubel anak-anak muda yang baru lulus SLTA. Di antaranya adalah laki-laki dan perempuan. Ya iyalah jenis kelamin kan cuman ada 2. Di antara sekian banyak kerumunan manusia ini ada seorang cewek yang menarik sejak pendaftaran. Mirip Shu Qi cuy… berangkat sama bapaknya kayaknya. Shu Qi cantik, tapi bapaknya sangar euy… Haha…

Akhirnya sampai juga nomor antrian di range 121-130. Setelah selesai kami makan di foodcourt UGM. Sampai jumpa Shu Qi. Semoga kita dapat berjumpa kembali.

Tips & Trik : Ambillah nomor antrian pengembalian formulir bahkan sebelum Anda mengantri pengambilan formulir karena antrian pengembalian formulir lebih lama daripada pengambilan formulir.

Ditulis dalam Blog. Tag: , , , , . 2 Komentar »

Nickelodeon Indonesia Kids’ Choice Awards Bikin Anak Dewasa Sebelum Waktunya

Nickelodeon Indonesia Kids Choice Awards 2008

Nickelodeon Indonesia Kids' Choice Awards 2008

“NICKELODEON” satu lagi produk zionis yang bercokol di Indonesia yang tidak kita sadari bahkan kita senangi. Kali ini sasarannya adalah anak-anak. Coba saja kita lihat kartun Spongebob Squarepants dan Avatar. Spongebob 60% mencontohkan ketidaksenonohan, sedangkan dalam Avatar disisipkan adegan ciuman (entah yang di Globaltv disensor apa gak ya?) yang tentu saja tidak pantas ditonton apalagi ditiru anak-anak.

Menjelang pilpres… eh salah menjelang Indonesia Kids’ Choice Awards 2009, maka diumumkanlah nominasi para calon penerima penghargaan di Globaltv. Para nominator ini adalah para artist, aktor, dan atlet yang sepertinya belum perlu disodorkan kepada anak-anak kecil yang belum cukup umur.

  1. Para artist ini bukan penyanyi cilik, tapi penyanyi dewasa yang sering mengusung lagu-lagu dengan tema cinta yang belum pantas untuk didengarkan anak di bawah umur. So, nominasi artist ini tidak pantas ada dalam Indonesian Kids Choice Award.
  2. Para aktor ini juga bukan aktor cilik, tapi aktor dewasa yang bermain dalam sinetron yang bertemakan cinta yang tidak pantas ditonton anak kecil. Meskipun aktor cilik banyak sekali, kebanyakan mereka bermain dalam sinetron yang tidak bermutu dan bermain dalam sinetron-sinetron orang dewasa yang juga tidak pantas ditonton anak kecil. So, nominasi aktor ini juga tidak pantas ada dalam Indonesian Kids Choice Award.
  3. Para atlet. Inilah lobi zionis. Kalaupun mereka gagal dan dikecam (nantinya) dalam nominasi artist dan aktor, mereka masih menyediakan nominasi atlet yang seakan-akan mereka mendukung olahraga di Indonesia.

Nilai-nilai yang disusupkan dalam Indonesian Kids Choice Award ini adalah

  1. Demokrasi. Demokrasi is bullshit. Bertentangan dengan Islam. Pemilihan dengan suara terbanyak bukanlah solusi tepat dalam memilih pemimpin. Meskipun ini bukan pemilihan pemimpin, tapi dari sinilah mereka menanamkan jiwa demokrasi.
  2. Kedewasaan. Bukan dewasa yang baik, tapi dewasa sebelum waktunya di mana anak-anak yang belum cukup umur secara tidak sadar diarahkan untuk menonton artist dan aktor dewasa yang tentu saja materinya belum tidak pantas diterima oleh jiwa anak-anak di bawah umur.
  3. Pemborosan dan judi. Voting lewat SMS. Sukur-sukur kalo dapat hadiah. Kirim SMS sebanyak-banyaknya. Untungnya mereka punya cara lain yang tanpa biaya.
  4. Membujuk anak-anak untuk menonton TV terutama sinetron-sinetron yang dibintangi oleh nominator yang belum pantas untuk dikonsumsi oleh anak di bawah umur.

Debat Capres = Debat Para Pecundang

Hmmm… Gara-gara keasyikan facebook jadi males nulis blog. Jadi gini, saia mau mengomentari debat capres putaran pertama kemaren. Dari searching di Google ketemu satu tulisan di blog yang menilai debat capres putaran pertama. Poin-poinnya adalah sebagai berikut

  1. Jakartapress.com – “Debat Capres 2009 Tidak Bermutu”
  2. Public.Kompasiana- “Debat Capres Putaran Pertama: Tidak Cerdas dan Menjemukan”
  3. Liputan6 : “Debat Capres Monoton”
  4. VIVANEWS: “Baru Janji dan Hanya Sekedar Angka”
  5. Banjarmasin Post “Debat Capres, Apa Lomba Pidato Ya?”
  6. Sriwijaya Post – “Debat Capres Adem Ayem”
  7. SUARA MERDEKA CYBERNEWS – “Debat Capres Tanpa Perdebatan”
  8. Pemilu.okezone.com- “Debat Capres 2009 Tak Natural & Terkesan Menghapal”

Kesimpulan penulis blog adalah sebagai berikut
“Secara pribadi, saya pun memandang acara Debat Calon Presiden yang digelar kemarin itu tak ubahnya seperti acara monolog yang narcisistik Mereka lebih asyik berbicara tentang dirinya dan menganggap benar menurut dirinya sendiri. Selain itu, terkesan pula para capres ini tidak suka mendebat sekaligus juga tidak suka didebat, serta lebih senang “ngomongin” orang di belakang, ketimbang berbicara terus terang di hadapan orangnya.”

Yeah… Saia setuju. Berhentilah menjadi pecundang!!! Jangan beraninya cuma menghujat orang lain di belakang. Kalo berani ngomong langsung di depan orangnya.

Coba Posting Blog dari facebook

ini saia lagi makea application wordpress di facebook.
Just try………………………..
Kalo Anda dapat membaca postingan ini berarti saia sukses posting dari facebook dan silakan memberi comment

Ditulis dalam Blog. 1 Komentar »

Good Bye My Friendster Good Bye My Friends

Kemaren malam iseng-iseng nyari artikel cara ngapus akun friendster di internet. Ternyata ada di sini.

Berhubung teman-teman pengguna friendster banyak yang berpindah ke facebook dan saia tidak pernah lagi menggunakan friendster, maka dengan ini saia menghapus akun friendster saia. Ada lebih dari 200 teman di friendster saia dan 90% tidak dikenal (hasil dari add gak karuan).

Dalam form penghapusan account disuruh mengisikan ke website social networking manakah Anda berpindah? Tentu saja saia jawab “facebook“.

facebook sangat mudah digunakan salah satu alasannya adalah karena website facebook menggunakan standard WEB 2.0 yang menggunakan AJAX secara maximal. Untuk mengirimkan pesan ke teman Anda tidak perlu loading satu halaman. Cukup kirim satu form. Setelah itu beres. Gak kayak Friendster yang selalu loading satu halaman penuh. Hal inilah yang menyebabkan Friendster jauh lebih lambat daripada facebook.

Good Bye My Friendster Good Bye My Friends

Lesehan & Nasi Uduk CAK KHOLIS

Ini adalah warung lesehan nasi uduk favorit saia dan teman-teman. Selama ini masih menjadi yang terenak di Jogja (menurut saia). Warung ini berada di depan trotoar Sport Center Depok. Tepat di samping pintu masuk halaman parkir sport center. Jangan bingung! Di seberangnya ada MISTER BURGER.

Warung ini menyediakan lele, nila, bawal, ayam, tempe, tahu, telor bisa dibakar atau digoreng sesuai pesanan. Apalagi sambalnya cuy… Mak nyusss… Bah sambal Cak Antok lewat dah gak ada apa-apanya. Warung ini paling cocok untuk traktir ulang tahun atau lomba makan karena nasi boleh tambah sepuasnya. GRATIS… Penting tuhhh……

lesehan cak kholis

Chaoz CIS’05 Jogjakarta Trip

Chaoz CIS’05 Jogjakarta Trip

Jam 07.00 pokoknya yang telat ditinggal.” kata Anis.
Ternyata yang telat? “Mobilnya”
Menurut analisis saia memprediksikan dengan perhitungan super akurat, kalaupun ada telat 1 orang, kita gak bakalan jalan karena duitnya pasti gak cukup buat bayar mobil yang kita sewa. So? What? “CHAOZ” It’s my extreme prediction which become happen. And the worst? It happpened. Sebenarnya awalnya saia gak berniat ikut jalan-jalan ke pantai karena flu. Tapi dalam perkembangannya saia berangsur-angsur sembuh. Lagipula Bang Hafiz dan Bang Huda ikutan. Saia meramalkan kami bakalan telat berangkat yang berarti telat pulang juga yang akan mengakibatkan saia gagal nonton F1.

CIS’05 Trip Plan 7 Juni 2009 = Boko>Pantai Krakal>Tamansari.
Implementation = Tamansari>Pantai Krakal>Pantai Sandaran>Boko.
Ongkos transport Rp30.000,00 belum termasuk biaya masuk tempat wisata dan makan.

Kumpul di Gedung Pusat UGM jam 06.40 maksimal (SMS pengumuman Anis). Saia berangkat jalan kaki dengan prediksi tiba tepat waktu. Sebelum menjemput Bang Huda di kostnya, saia sarapan di burjo dulu dengan sebungkus Energen Milk Oats yang saia minta dari Bang Fitrah (maksa). Ternyata rasanya enak, tapi kurang banyak mintanya. Harusnya minta 2 bungkus. Yang jaga warung burjo baik hati gak mau dibayar karena cuman minta air panas setengah gelas. Padahal saia udah ngotorin gelas. Terpujilah wahai mas yang jaga warung burjo. Semoga rahmat, berkat, ridho, dan nikmat Allah selalu menyertaimu.

Sampe di kost Bang Huda tepat waktu, tapi Bang Hafiz rupanya baru mandi dan belum siap-siap. Untunglah Bang Etta sudah tiba di sana. So kita telat 5 menit. Bang Topx juga mau numpang parkir di kost Bang Huda, tapi kami males nunggu. Jadi, kami berangkat duluan. Biarin aja Bang Topx nyusul.

Nyampe Gedung Pusat UGM kalo gak salah telat 5-10 menit dari jam 06.40. Ternyata yang sudah datang adalah sang pendisiplin, Anis. Jadi, waktu kami datang yang sudah terkumpul adalah saia, Bang Huda, Bang Hafiz, Bang Etta, dan Anis. Bajigurrr… Baru 5 orang bocah. Ternyata mobilnya belum datang. Good GOD…

Sementara nunggu yang lain datang, kami main-main dulu di Gedung Pusat. Foto-foto gak karuan pake kamera Bang innu (Bang innu dan pasangannya, Bang Budi datang setelah Bang Topx). Akhirnya mobil datang jam 7 lewat jauh. Sedikit demi sedikit peserta piknik terkumpul dan penyakit fotografer dan modelnya kambuh. Harusnya kita langsung berangkat, tapi foto-foto dulu gak karuan sampai makan waktu 10 menit (termasuk setting tripod). Kami memakai 2 mobil. Avanza dan APV. Pada keberangkatan ini saia ikut ke mobil APV yang disopiri Bang Rinu, sedangkan mobil APV disopiri Bang Jati. Kesimpulan : kami berangkat dengan telat yang parah.

Bang Satya sudah tiba di rumah eyangnya. Dia baru sampai dari Jakarta naik pesawat. Sepertinya Bang Satya masih mengalami “jetlag” agak ngantuk-ngantuk gitu. Jadi, kami putuskan untuk ke Tamansari dulu sekalian menjemput Bang Satya karena rumah eyangnya Bang Satya cuma beberapa meter dari Tamansari. Eits… sebelumnya kami sarapan dulu di Soto Ayam Tugu yang tempatnya dekat Stasiun Tugu. Saia kebelet pipis. Oleh karena itu, pengen ke rumah eyangnya Bang Satya numpang pipis sekaligus jemput. Dengan ini lengkap sudah peserta piknik kita.

Karena keberangkatan kami telat, kami gak sempat menelusuri Tamansari secara keseluruhan karena terbatasnya waktu dan diburu penyakit “pengen segera ke pantai”. Setelah selesai dari Tamansari, posisi penumpang berubah. Saia pindah ke APV. Untungnya di mobil ini tidak terjadi sakit yang dialami oleh Bang Tatag. Wakaka…
APV
1. Jati (driver)
2. Achy (navigator ngantuk dan pelupa duduk di depan)
3. Saia (the riza de kasela)
4. Huda
5. Hafiz
6. Aleq
7. Tia
8. Zidni (navigator duduk di kursi belakang, tapi ujung-ujungnya tidur)
9. Anung
Avanza
1. Rinu (driver)
2. Satya (co-driver+navigator)
3. Mita
4. Anis
5. innu
6. Budi (navigator duduk di kursi belakang)
7. Etta
8. Topx

Perjalanan ke pantai benar-benar seru karena saia, Bang Hafiz, dan Bang Huda sibuk membuat lelucon konyol sesekali mengomentari cara menyetir Bang Rinu. Mobil APV kami berada di belakang Avanza karena sopirnya dan navigatornya gak tau jalan. Yang lebih parah lagi dalam perjalanan ini adalah Bang Huda gak tau kita bakalan ke pantai mana. Dia kira mau ke Parangtritis. Padahal jelas-jelas dari papan nama dan spanduk yang bertebaran di jalan bahwa kita berada di Wonosari jalur yang benar-benar sesat jika Anda ingin pergi ke Pantai Parangtritis. Inilah lelucon nomor satu hari ini. Huwakakakakak…

Setibanya di Pantai Krakal kami singgah di warung untuk makan siang dengan mie instant yang benar-benar sangat tidak bergizi baik. Ternyata yang dimaksud Bang Budi bukan Pantai Krakal, tapi pantai yang di timurnya dan ternyata yang dimaksud Bang Budi ini bukan pantai Krakal namanya, tapi Sandaran. DUOOOOOOONGGGGGG……… Sayangnya kalo gak sedang pasang, pantai ini selalu dicover oleh karang, sehingga tepi pantai tidak ada ombak. Bang Budi pun menyesal. Wakaka… Di pantai ini saia sama sekali menyentuh air laut karena saia memang gak suka laut selatan dan sedang terkena penyakit “ogah menyentuh air laut”.

Di pantai ini kami sempat foto-foto gak karuan. Kenapa gak karuan? Karena saia lagi hobi ganggu pose orang lain. Misalnya mengganggu pose lompatnya si Anung. Begitu hitungan ke-2 saia langsung lari ke depan, sehingga pada hitungan ke-3 yang lain pada ketutup. Wakaka… Sori buat Bang Budi yang berada tepat di belakang saia. Wakaka…

Acara di pantai berakhir pada waktu memasuki waktu ashar. Dalam perjalanan selanjutnya APV berada di depan karena kami sudah pasti tau jalan pulang. Bang Jati mengebut dengan seksama. Kami melanjutkan perjalanan ke Istana Ratu Boko. Padahal Achy sudah memberikan sinyal emoh, tapi penumpang Avanza keburu kepengen meneruskan perjalanan supaya gak penasaran karena kita sudah hampir sampai di tujuan. Kami sampai di sana jam 5 sore (lupa tepatnya sebelum apa sesudah jam 5?). Hari sudah hampir senja. Untungnya masih dalam waktu ashar. Saia sempat untuk shalat ashar pada waktunya.

Ternyata di tempat ini sedang ada shooting film entah film apaan. Yang jelas kami diminta untuk tidak berisik selama 4 menit, tapi kenyataannya lebih. Rugi 4 menit deh cuy… Objek wisata ini sedang dalam proses renovasi, sehingga lebih mirip reruntuhan daripada sebuah istana megah. Sesi foto-foto di sini sangat pendek karena sudah lewat maghrib dan langit sudah gelap. Saia dan Bang Hafiz menyempatkan shalat maghrib di sini. Hari ini saia berhasil shalat pada waktunya dalam perjalanan.

Jam menunjukkan hampir jam 7 malam WIB. Itu artinya? It’s time to RACE. Dan sialnya saia gagal menonton start. Padahal start adalah bagian terpenting dalam suatu race karena tanpa start berarti tidak ada finish. Ya gak?

Kami muter-muter gak karuan nyari tempat makan sampai akhirnya berhenti di warung makan sebelah baratnya BTN Concat. Untungnya mas yang kerja di warung itu mengizinkan saia untuk mengubah acara “Termehek-mehek” menjadi acara “Nonton Bareng F1 LIVE“. Akhirnya impian nonton F1 LIVE bareng pun terlaksana, meskipun tidak dari awal start race.

Di warung ini kami pesan berbagai macam menu. Saia join dengan Bang innu pesan Udang Asam Manis. Bang Hafiz pesan Cap Cay kuah. Perlu diingat bahwa capcay di warung ini porsinya super gede. Jadi, kalo pesan buat diri sendiri sebaiknya tidak dengan nasi. Sementara para penumpang makan, para driver mengembalikan Avanza agar tidak terkena denda sekaligus memulangkan sebagian dari peserta piknik. Kami makan sambil tegang menonton aksi Jenson Button. Sedang Bang Aleq? Dia sangat kecapekan dan lesu. Kantong matanya sudah tebal menghitam.

Makan-makan selesai bersamaan dengan berakhirnya race yang mengecewakan karena Ferrari gagal menempatkan Felippe Massa di puncak podium. Pulang diantar Bang Jati masih dengan APV ajaib. Sampe di kost. ngantuk dan capek. Niat nonton berita tengah malam malah ketiduran. Selamat tidur Mbak Manda… Sori gak bisa nemenin siaran Zzzz…Zzzz…Zzzz………….

Transport Rp30.000,00
Tiket Rp15.000,00
Makan Rp5.000,00+Rp5.000,00+Rp7.500,00
Total Rp62.500,00

tamansaritamansaripantai
Foto lebih lengkapnya bisa diliat di sini

Warnet Paling Berani Sekaligus Paling Goblok

Ini saia lagi ngetik di warnet Kuntinet yang alamatnya di belakang VIDI 1. Komputer ini diisi dengan OS Windows 7 Beta. Waow rasanya maknyusss… Jadi lelet banget. Goblok.

Ditulis dalam Blog. Tag: . 7 Komentar »