5 hari di awal Ramadhan berbuka di Masjid Istiqomah dan Masjid Nurul Islam, kini tiba gilirannya mencoba hidangan di Masjid Kampus UGM. Seperti kembali ke masa lalu. Pengalaman pertama buka puasa gratis saia dimulai dari masjid ini pada semester pertama kuliah. Biasanya menu makanan luar biasa nikmat kalo ada sponsor besar. Kebetulan waktu itu ada suatu hari di mana INDOSAT menjadi sponsor utamanya. Menu makanannya mak nyusss…tenan. Lauknya daging… Ada kolak juga. Beda sama TELKOMSEL tahun lalu (2008) yang sarat dengan unsur komersial. TELKOMSEL memang tidak spesial.
Saia datang ke sini sekaligus ingin melihat-lihat orang jualan buku, obat, pakaian, dll di sayap utara masjid. Buku-buku yang dijual kebanyakan bertema Islami dan enaknya lagi kadang masih bisa ditawar murah. Stand-stand ini bukan hanya ada pada saat Ramadhan, pada hari biasa pun ada hanya saja kalo hari biasa tutup setelah shalat Ashar.






Waktu menunggu berbuka puasa di Maskam UGM selalu diisi dengan ceramah. Biasanya ceramah diadakan di dalam masjid, tapi kali ini ada event bedah buku “Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern“. Jadi, ceramah biasanya ditiadakan dan diganti dengan bedah buku di halaman timur masjid. Halaman masjid memiliki kolam dengan air mancur di tepi kolam yang diletakkan saling bersebarangan pada sisi utara dan selatan. Pada saat air mancur ini dioperasikan, air mancur saling menyemprot secara berhadap-hadapan. Di tengah kolam terdapat ornamen kaligrafi “ALLAH“. Pembicara duduk di atas teras timur masjid, sedangkan jamaah duduk di halaman mengelilingi kolam. Antara putra dan putri dipisahkan kolam. Putra di selatan dan putri di utara.



Air mancur di kolam ini sempat dioperasikan 3 kali dalam hari ini pada waktu yang sangat tidak tepat. Orang yang lagi dengerin ceramah duduknya di sekeliling air mancur pada kecipratan karena semprotannya tidak . Air kolam berwarna hijau butek menandakan air ini sangat kotor menjijikkan dan perlu diganti secara rutin. Jauh berbeda dengan kolam di Monumen Washington yang luasnya ratusan kali kolam Maskam UGM. Kolam di sana luas tapi airnya gak butek kayak di Maskam UGM cuy…

Alhamdulillah…ALLAH memberikan rizki kepada saia sebungkus nasi melalui panitia Jamaah Salahuddin. Yang sangat mengecewakan di sini adalah pembagian air teh hangat secara prasmanan. Para jamaah mengambil sendiri dengan berdesak-desakan. Bahkan tidak jarang menabrak jamaah lainnya. Hal ini dapat membangkitkan emosi dan tentu tidak relevan dengan tujuan puasa, yaitu bersabar.
Adzan maghrib berkumandang. Setelah dibuka ternyata lauknya telor dadar setengah telor dan sayur kacang panjang. Alhamdulillah daripada gak dapat makanan.

Ada 3 hal yang membuat saia malas buka puasa di Maskam UGM meskipun GRATIS
- Tidak ada jaminan Anda dapat jatah nasi. Tergantung luck dan posisi.
- Nasinya sedikit dan lauknya sedikit (kalah enak sama Masjid Nurul Islam).
- Rebutan air.
Pesan moral : Marilah berinfak untuk Maskam UGM agar menu buka puasanya tambah enak.