Chaoz CIS’05 Jogjakarta Trip
“Jam 07.00 pokoknya yang telat ditinggal.” kata Anis.
Ternyata yang telat? “Mobilnya”
Menurut analisis saia memprediksikan dengan perhitungan super akurat, kalaupun ada telat 1 orang, kita gak bakalan jalan karena duitnya pasti gak cukup buat bayar mobil yang kita sewa. So? What? “CHAOZ” It’s my extreme prediction which become happen. And the worst? It happpened. Sebenarnya awalnya saia gak berniat ikut jalan-jalan ke pantai karena flu. Tapi dalam perkembangannya saia berangsur-angsur sembuh. Lagipula Bang Hafiz dan Bang Huda ikutan. Saia meramalkan kami bakalan telat berangkat yang berarti telat pulang juga yang akan mengakibatkan saia gagal nonton F1.
CIS’05 Trip Plan 7 Juni 2009 = Boko>Pantai Krakal>Tamansari.
Implementation = Tamansari>Pantai Krakal>Pantai Sandaran>Boko.
Ongkos transport Rp30.000,00 belum termasuk biaya masuk tempat wisata dan makan.
Kumpul di Gedung Pusat UGM jam 06.40 maksimal (SMS pengumuman Anis). Saia berangkat jalan kaki dengan prediksi tiba tepat waktu. Sebelum menjemput Bang Huda di kostnya, saia sarapan di burjo dulu dengan sebungkus Energen Milk Oats yang saia minta dari Bang Fitrah (maksa). Ternyata rasanya enak, tapi kurang banyak mintanya. Harusnya minta 2 bungkus. Yang jaga warung burjo baik hati gak mau dibayar karena cuman minta air panas setengah gelas. Padahal saia udah ngotorin gelas. Terpujilah wahai mas yang jaga warung burjo. Semoga rahmat, berkat, ridho, dan nikmat Allah selalu menyertaimu.
Sampe di kost Bang Huda tepat waktu, tapi Bang Hafiz rupanya baru mandi dan belum siap-siap. Untunglah Bang Etta sudah tiba di sana. So kita telat 5 menit. Bang Topx juga mau numpang parkir di kost Bang Huda, tapi kami males nunggu. Jadi, kami berangkat duluan. Biarin aja Bang Topx nyusul.
Nyampe Gedung Pusat UGM kalo gak salah telat 5-10 menit dari jam 06.40. Ternyata yang sudah datang adalah sang pendisiplin, Anis. Jadi, waktu kami datang yang sudah terkumpul adalah saia, Bang Huda, Bang Hafiz, Bang Etta, dan Anis. Bajigurrr… Baru 5 orang bocah. Ternyata mobilnya belum datang. Good GOD…
Sementara nunggu yang lain datang, kami main-main dulu di Gedung Pusat. Foto-foto gak karuan pake kamera Bang innu (Bang innu dan pasangannya, Bang Budi datang setelah Bang Topx). Akhirnya mobil datang jam 7 lewat jauh. Sedikit demi sedikit peserta piknik terkumpul dan penyakit fotografer dan modelnya kambuh. Harusnya kita langsung berangkat, tapi foto-foto dulu gak karuan sampai makan waktu 10 menit (termasuk setting tripod). Kami memakai 2 mobil. Avanza dan APV. Pada keberangkatan ini saia ikut ke mobil APV yang disopiri Bang Rinu, sedangkan mobil APV disopiri Bang Jati. Kesimpulan : kami berangkat dengan telat yang parah.
Bang Satya sudah tiba di rumah eyangnya. Dia baru sampai dari Jakarta naik pesawat. Sepertinya Bang Satya masih mengalami “jetlag” agak ngantuk-ngantuk gitu. Jadi, kami putuskan untuk ke Tamansari dulu sekalian menjemput Bang Satya karena rumah eyangnya Bang Satya cuma beberapa meter dari Tamansari. Eits… sebelumnya kami sarapan dulu di Soto Ayam Tugu yang tempatnya dekat Stasiun Tugu. Saia kebelet pipis. Oleh karena itu, pengen ke rumah eyangnya Bang Satya numpang pipis sekaligus jemput. Dengan ini lengkap sudah peserta piknik kita.
Karena keberangkatan kami telat, kami gak sempat menelusuri Tamansari secara keseluruhan karena terbatasnya waktu dan diburu penyakit “pengen segera ke pantai”. Setelah selesai dari Tamansari, posisi penumpang berubah. Saia pindah ke APV. Untungnya di mobil ini tidak terjadi sakit yang dialami oleh Bang Tatag. Wakaka…
APV
1. Jati (driver)
2. Achy (navigator ngantuk dan pelupa duduk di depan)
3. Saia (the riza de kasela)
4. Huda
5. Hafiz
6. Aleq
7. Tia
8. Zidni (navigator duduk di kursi belakang, tapi ujung-ujungnya tidur)
9. Anung
Avanza
1. Rinu (driver)
2. Satya (co-driver+navigator)
3. Mita
4. Anis
5. innu
6. Budi (navigator duduk di kursi belakang)
7. Etta
8. Topx
Perjalanan ke pantai benar-benar seru karena saia, Bang Hafiz, dan Bang Huda sibuk membuat lelucon konyol sesekali mengomentari cara menyetir Bang Rinu. Mobil APV kami berada di belakang Avanza karena sopirnya dan navigatornya gak tau jalan. Yang lebih parah lagi dalam perjalanan ini adalah Bang Huda gak tau kita bakalan ke pantai mana. Dia kira mau ke Parangtritis. Padahal jelas-jelas dari papan nama dan spanduk yang bertebaran di jalan bahwa kita berada di Wonosari jalur yang benar-benar sesat jika Anda ingin pergi ke Pantai Parangtritis. Inilah lelucon nomor satu hari ini. Huwakakakakak…
Setibanya di Pantai Krakal kami singgah di warung untuk makan siang dengan mie instant yang benar-benar sangat tidak bergizi baik. Ternyata yang dimaksud Bang Budi bukan Pantai Krakal, tapi pantai yang di timurnya dan ternyata yang dimaksud Bang Budi ini bukan pantai Krakal namanya, tapi Sandaran. DUOOOOOOONGGGGGG……… Sayangnya kalo gak sedang pasang, pantai ini selalu dicover oleh karang, sehingga tepi pantai tidak ada ombak. Bang Budi pun menyesal. Wakaka… Di pantai ini saia sama sekali menyentuh air laut karena saia memang gak suka laut selatan dan sedang terkena penyakit “ogah menyentuh air laut”.
Di pantai ini kami sempat foto-foto gak karuan. Kenapa gak karuan? Karena saia lagi hobi ganggu pose orang lain. Misalnya mengganggu pose lompatnya si Anung. Begitu hitungan ke-2 saia langsung lari ke depan, sehingga pada hitungan ke-3 yang lain pada ketutup. Wakaka… Sori buat Bang Budi yang berada tepat di belakang saia. Wakaka…
Acara di pantai berakhir pada waktu memasuki waktu ashar. Dalam perjalanan selanjutnya APV berada di depan karena kami sudah pasti tau jalan pulang. Bang Jati mengebut dengan seksama. Kami melanjutkan perjalanan ke Istana Ratu Boko. Padahal Achy sudah memberikan sinyal emoh, tapi penumpang Avanza keburu kepengen meneruskan perjalanan supaya gak penasaran karena kita sudah hampir sampai di tujuan. Kami sampai di sana jam 5 sore (lupa tepatnya sebelum apa sesudah jam 5?). Hari sudah hampir senja. Untungnya masih dalam waktu ashar. Saia sempat untuk shalat ashar pada waktunya.
Ternyata di tempat ini sedang ada shooting film entah film apaan. Yang jelas kami diminta untuk tidak berisik selama 4 menit, tapi kenyataannya lebih. Rugi 4 menit deh cuy… Objek wisata ini sedang dalam proses renovasi, sehingga lebih mirip reruntuhan daripada sebuah istana megah. Sesi foto-foto di sini sangat pendek karena sudah lewat maghrib dan langit sudah gelap. Saia dan Bang Hafiz menyempatkan shalat maghrib di sini. Hari ini saia berhasil shalat pada waktunya dalam perjalanan.
Jam menunjukkan hampir jam 7 malam WIB. Itu artinya? It’s time to RACE. Dan sialnya saia gagal menonton start. Padahal start adalah bagian terpenting dalam suatu race karena tanpa start berarti tidak ada finish. Ya gak?
Kami muter-muter gak karuan nyari tempat makan sampai akhirnya berhenti di warung makan sebelah baratnya BTN Concat. Untungnya mas yang kerja di warung itu mengizinkan saia untuk mengubah acara “Termehek-mehek” menjadi acara “Nonton Bareng F1 LIVE“. Akhirnya impian nonton F1 LIVE bareng pun terlaksana, meskipun tidak dari awal start race.
Di warung ini kami pesan berbagai macam menu. Saia join dengan Bang innu pesan Udang Asam Manis. Bang Hafiz pesan Cap Cay kuah. Perlu diingat bahwa capcay di warung ini porsinya super gede. Jadi, kalo pesan buat diri sendiri sebaiknya tidak dengan nasi. Sementara para penumpang makan, para driver mengembalikan Avanza agar tidak terkena denda sekaligus memulangkan sebagian dari peserta piknik. Kami makan sambil tegang menonton aksi Jenson Button. Sedang Bang Aleq? Dia sangat kecapekan dan lesu. Kantong matanya sudah tebal menghitam.
Makan-makan selesai bersamaan dengan berakhirnya race yang mengecewakan karena Ferrari gagal menempatkan Felippe Massa di puncak podium. Pulang diantar Bang Jati masih dengan APV ajaib. Sampe di kost. ngantuk dan capek. Niat nonton berita tengah malam malah ketiduran. Selamat tidur Mbak Manda… Sori gak bisa nemenin siaran Zzzz…Zzzz…Zzzz………….
Transport Rp30.000,00
Tiket Rp15.000,00
Makan Rp5.000,00+Rp5.000,00+Rp7.500,00
Total Rp62.500,00




Foto lebih lengkapnya bisa diliat di sini