6 Ramadhan 1430H — Nasi Bungkus Limited Edition@Masjid Kampus

5 hari di awal Ramadhan berbuka di Masjid Istiqomah dan Masjid Nurul Islam, kini tiba gilirannya mencoba hidangan di Masjid Kampus UGM. Seperti kembali ke masa lalu. Pengalaman pertama buka puasa gratis saia dimulai dari masjid ini pada semester pertama kuliah. Biasanya menu makanan luar biasa nikmat kalo ada sponsor besar. Kebetulan waktu itu ada suatu hari di mana INDOSAT menjadi sponsor utamanya. Menu makanannya mak nyusss…tenan. Lauknya daging… Ada kolak juga. Beda sama TELKOMSEL tahun lalu (2008) yang sarat dengan unsur komersial. TELKOMSEL memang tidak spesial.

Saia datang ke sini sekaligus ingin melihat-lihat orang jualan buku, obat, pakaian, dll di sayap utara masjid. Buku-buku yang dijual kebanyakan bertema Islami dan enaknya lagi kadang masih bisa ditawar murah. Stand-stand ini bukan hanya ada pada saat Ramadhan, pada hari biasa pun ada hanya saja kalo hari biasa tutup setelah shalat Ashar.

masjid kampus UGMmasjid kampus UGMmasjid kampus UGM
masjid kampus UGMmasjid kampus UGMmasjid kampus UGM

Waktu menunggu berbuka puasa di Maskam UGM selalu diisi dengan ceramah. Biasanya ceramah diadakan di dalam masjid, tapi kali ini ada event bedah buku “Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern“. Jadi, ceramah biasanya ditiadakan dan diganti dengan bedah buku di halaman timur masjid. Halaman masjid memiliki kolam dengan air mancur di tepi kolam yang diletakkan saling bersebarangan pada sisi utara dan selatan. Pada saat air mancur ini dioperasikan, air mancur saling menyemprot secara berhadap-hadapan. Di tengah kolam terdapat ornamen kaligrafi “ALLAH“. Pembicara duduk di atas teras timur masjid, sedangkan jamaah duduk di halaman mengelilingi kolam. Antara putra dan putri dipisahkan kolam. Putra di selatan dan putri di utara.

masjid kampus UGMmasjid kampus UGMmasjid kampus UGM

Air mancur di kolam ini sempat dioperasikan 3 kali dalam hari ini pada waktu yang sangat tidak tepat. Orang yang lagi dengerin ceramah duduknya di sekeliling air mancur pada kecipratan karena semprotannya tidak . Air kolam berwarna hijau butek menandakan air ini sangat kotor menjijikkan dan perlu diganti secara rutin. Jauh berbeda dengan kolam di Monumen Washington yang luasnya ratusan kali kolam Maskam UGM. Kolam di sana luas tapi airnya gak butek kayak di Maskam UGM cuy…

masjid kampus UGM

Alhamdulillah…ALLAH memberikan rizki kepada saia sebungkus nasi melalui panitia Jamaah Salahuddin. Yang sangat mengecewakan di sini adalah pembagian air teh hangat secara prasmanan. Para jamaah mengambil sendiri dengan berdesak-desakan. Bahkan tidak jarang menabrak jamaah lainnya. Hal ini dapat membangkitkan emosi dan tentu tidak relevan dengan tujuan puasa, yaitu bersabar.

Adzan maghrib berkumandang. Setelah dibuka ternyata lauknya telor dadar setengah telor dan sayur kacang panjang. Alhamdulillah daripada gak dapat makanan.

masjid kampus UGM

Ada 3 hal yang membuat saia malas buka puasa di Maskam UGM meskipun GRATIS

  1. Tidak ada jaminan Anda dapat jatah nasi. Tergantung luck dan posisi.
  2. Nasinya sedikit dan lauknya sedikit (kalah enak sama Masjid Nurul Islam).
  3. Rebutan air.

Pesan moral : Marilah berinfak untuk Maskam UGM agar menu buka puasanya tambah enak.

Mau Bayar Kuliah Kok Dibikin Susah???

Niat mau bayar setelah shalat Jum’at, tapi ternyata ada kabar buruk dari seorang kawan bahwa terjadi anomali data biaya kuliah di BTN tidak sesuai dengan biaya kuliah biasa. Korbannya seorang teman saia tunggakannya Rp3.000.000,00. Untuk itu saia disuruh mengurus dulu di Gedung Pusat UGM.

Karena saia hanya mengambil Tugas Akhir sebanyak 4 SKS saja, maka saia mendapatkan potongan pembayaran kuliah di muka setelah mengajukan surat permohonan keringanan pembayaran. So, biaya kuliah yang harus saia bayar di semester ini adalah Rp990.000,00. Dengan rincian SPP Rp500.000,00, BOP Rp450.000,00, dan Askes Rp40.000,00.
Baca entri selengkapnya »

Pentingnya Mengajak Orang Lain ke Jalan yang Benar

Jika di akhirat nanti saia ditakdirkan masuk surga (amiiin). Saia gak mau jikalau tinggal selangkah terakhir dari shiratal mustaqim1 ada orang lain entah teman, sodara, atau tetangga yang mengadu kepada Allah

Ya Allah, itu riza dia dulu beribadah sendiri, saya gak diajak-ajak. Dia mau masuk surga sendiri”.

Ya udah deh, gara-gara gitu bisa-bisa langkah menuju surga saia terhenti gara-gara seorang yang mengadu kepada Allah bahwa saia dulu semasa hidup tidak pernah mengajak dia beribadah.

Pengalaman kemaren setelah beli tiket dari stasiun yang disertai oleh Bang innu, kami bersinggungan dengan waktu shalat Maghrib. Oleh karena itu, daripada pulang ke kost dulu, mending langsung shalat dulu di masjid. Kebetulan kami berada tidak jauh dari Masjid Kampus UGM. Langsung aja deh saia ajak Bang innu shalat. Untungnya dia mau aja.

Hehehe… Saia sudah mengajak seorang hamba Allah untuk beribadah. So, mudah-mudahan jika amal ibadah saia cukup layak untuk menempatkan saia di surga nanti saia bisa melangkah lurus menuju kemenangan, tanpa interupsi. GO…Go…go…

Ini dia foto yang bersaksi bahwa saia berhasil mengajak Bang innu untuk shalat di Masjid Kampus UGM.

1 jembatan yang menghubungkan tempat pengadilan di akhirat dengan surga, jembatan bagaikan rambut dibelah 7 dan lebih tajam dari mata pedang, di bawah jembatan ini adalah jurang yang tidak lain tidak bukan adalah neraka.

Ada Shu Qi di GSP UGM

Pagi tadi nemenin Teddy mendaftar SNMPTN di UGM. Datang ke GSP jam 7 ternyata pendaftaran belum buka. Karena pendaftaran belum buka, kami lanjutkan bayar registrasi ke Bank Mandiri di samping Fisipol UGM. IPA dan IPS cuma Rp150.000,00. IPC Rp175.000,00.

Sistematika pendaftaran
1. Membayar pendaftaran di bank yang telah ditunjuk oleh tempat pendaftaran.
2. Menukarkan kwitansi pembayaran dengan formulir pendaftaran.
3. Mengembalikan formulir pendaftaran yang telah diisi.

Yang kami lakukan setelah membayar di bank adalah mengantri penukaran kwitansi dengan formulir pendaftaran. Selang mengantri saia mengambilkan nomor antrian pengembalian formulir. Kami dapat nomor antrian 122. Setelah mendapatkan formulir pendaftran kami mengisi formulir tersebut dengan seksama dan dalam tempo yang sangat lambat karena Teddy tulisannya lelet dan jelek.

Di sini berjubel anak-anak muda yang baru lulus SLTA. Di antaranya adalah laki-laki dan perempuan. Ya iyalah jenis kelamin kan cuman ada 2. Di antara sekian banyak kerumunan manusia ini ada seorang cewek yang menarik sejak pendaftaran. Mirip Shu Qi cuy… berangkat sama bapaknya kayaknya. Shu Qi cantik, tapi bapaknya sangar euy… Haha…

Akhirnya sampai juga nomor antrian di range 121-130. Setelah selesai kami makan di foodcourt UGM. Sampai jumpa Shu Qi. Semoga kita dapat berjumpa kembali.

Tips & Trik : Ambillah nomor antrian pengembalian formulir bahkan sebelum Anda mengantri pengambilan formulir karena antrian pengembalian formulir lebih lama daripada pengambilan formulir.

Ditulis dalam Blog. Tag: , , , , . 2 Komentar »

Chaoz CIS’05 Jogjakarta Trip

Chaoz CIS’05 Jogjakarta Trip

Jam 07.00 pokoknya yang telat ditinggal.” kata Anis.
Ternyata yang telat? “Mobilnya”
Menurut analisis saia memprediksikan dengan perhitungan super akurat, kalaupun ada telat 1 orang, kita gak bakalan jalan karena duitnya pasti gak cukup buat bayar mobil yang kita sewa. So? What? “CHAOZ” It’s my extreme prediction which become happen. And the worst? It happpened. Sebenarnya awalnya saia gak berniat ikut jalan-jalan ke pantai karena flu. Tapi dalam perkembangannya saia berangsur-angsur sembuh. Lagipula Bang Hafiz dan Bang Huda ikutan. Saia meramalkan kami bakalan telat berangkat yang berarti telat pulang juga yang akan mengakibatkan saia gagal nonton F1.

CIS’05 Trip Plan 7 Juni 2009 = Boko>Pantai Krakal>Tamansari.
Implementation = Tamansari>Pantai Krakal>Pantai Sandaran>Boko.
Ongkos transport Rp30.000,00 belum termasuk biaya masuk tempat wisata dan makan.

Kumpul di Gedung Pusat UGM jam 06.40 maksimal (SMS pengumuman Anis). Saia berangkat jalan kaki dengan prediksi tiba tepat waktu. Sebelum menjemput Bang Huda di kostnya, saia sarapan di burjo dulu dengan sebungkus Energen Milk Oats yang saia minta dari Bang Fitrah (maksa). Ternyata rasanya enak, tapi kurang banyak mintanya. Harusnya minta 2 bungkus. Yang jaga warung burjo baik hati gak mau dibayar karena cuman minta air panas setengah gelas. Padahal saia udah ngotorin gelas. Terpujilah wahai mas yang jaga warung burjo. Semoga rahmat, berkat, ridho, dan nikmat Allah selalu menyertaimu.

Sampe di kost Bang Huda tepat waktu, tapi Bang Hafiz rupanya baru mandi dan belum siap-siap. Untunglah Bang Etta sudah tiba di sana. So kita telat 5 menit. Bang Topx juga mau numpang parkir di kost Bang Huda, tapi kami males nunggu. Jadi, kami berangkat duluan. Biarin aja Bang Topx nyusul.

Nyampe Gedung Pusat UGM kalo gak salah telat 5-10 menit dari jam 06.40. Ternyata yang sudah datang adalah sang pendisiplin, Anis. Jadi, waktu kami datang yang sudah terkumpul adalah saia, Bang Huda, Bang Hafiz, Bang Etta, dan Anis. Bajigurrr… Baru 5 orang bocah. Ternyata mobilnya belum datang. Good GOD…

Sementara nunggu yang lain datang, kami main-main dulu di Gedung Pusat. Foto-foto gak karuan pake kamera Bang innu (Bang innu dan pasangannya, Bang Budi datang setelah Bang Topx). Akhirnya mobil datang jam 7 lewat jauh. Sedikit demi sedikit peserta piknik terkumpul dan penyakit fotografer dan modelnya kambuh. Harusnya kita langsung berangkat, tapi foto-foto dulu gak karuan sampai makan waktu 10 menit (termasuk setting tripod). Kami memakai 2 mobil. Avanza dan APV. Pada keberangkatan ini saia ikut ke mobil APV yang disopiri Bang Rinu, sedangkan mobil APV disopiri Bang Jati. Kesimpulan : kami berangkat dengan telat yang parah.

Bang Satya sudah tiba di rumah eyangnya. Dia baru sampai dari Jakarta naik pesawat. Sepertinya Bang Satya masih mengalami “jetlag” agak ngantuk-ngantuk gitu. Jadi, kami putuskan untuk ke Tamansari dulu sekalian menjemput Bang Satya karena rumah eyangnya Bang Satya cuma beberapa meter dari Tamansari. Eits… sebelumnya kami sarapan dulu di Soto Ayam Tugu yang tempatnya dekat Stasiun Tugu. Saia kebelet pipis. Oleh karena itu, pengen ke rumah eyangnya Bang Satya numpang pipis sekaligus jemput. Dengan ini lengkap sudah peserta piknik kita.

Karena keberangkatan kami telat, kami gak sempat menelusuri Tamansari secara keseluruhan karena terbatasnya waktu dan diburu penyakit “pengen segera ke pantai”. Setelah selesai dari Tamansari, posisi penumpang berubah. Saia pindah ke APV. Untungnya di mobil ini tidak terjadi sakit yang dialami oleh Bang Tatag. Wakaka…
APV
1. Jati (driver)
2. Achy (navigator ngantuk dan pelupa duduk di depan)
3. Saia (the riza de kasela)
4. Huda
5. Hafiz
6. Aleq
7. Tia
8. Zidni (navigator duduk di kursi belakang, tapi ujung-ujungnya tidur)
9. Anung
Avanza
1. Rinu (driver)
2. Satya (co-driver+navigator)
3. Mita
4. Anis
5. innu
6. Budi (navigator duduk di kursi belakang)
7. Etta
8. Topx

Perjalanan ke pantai benar-benar seru karena saia, Bang Hafiz, dan Bang Huda sibuk membuat lelucon konyol sesekali mengomentari cara menyetir Bang Rinu. Mobil APV kami berada di belakang Avanza karena sopirnya dan navigatornya gak tau jalan. Yang lebih parah lagi dalam perjalanan ini adalah Bang Huda gak tau kita bakalan ke pantai mana. Dia kira mau ke Parangtritis. Padahal jelas-jelas dari papan nama dan spanduk yang bertebaran di jalan bahwa kita berada di Wonosari jalur yang benar-benar sesat jika Anda ingin pergi ke Pantai Parangtritis. Inilah lelucon nomor satu hari ini. Huwakakakakak…

Setibanya di Pantai Krakal kami singgah di warung untuk makan siang dengan mie instant yang benar-benar sangat tidak bergizi baik. Ternyata yang dimaksud Bang Budi bukan Pantai Krakal, tapi pantai yang di timurnya dan ternyata yang dimaksud Bang Budi ini bukan pantai Krakal namanya, tapi Sandaran. DUOOOOOOONGGGGGG……… Sayangnya kalo gak sedang pasang, pantai ini selalu dicover oleh karang, sehingga tepi pantai tidak ada ombak. Bang Budi pun menyesal. Wakaka… Di pantai ini saia sama sekali menyentuh air laut karena saia memang gak suka laut selatan dan sedang terkena penyakit “ogah menyentuh air laut”.

Di pantai ini kami sempat foto-foto gak karuan. Kenapa gak karuan? Karena saia lagi hobi ganggu pose orang lain. Misalnya mengganggu pose lompatnya si Anung. Begitu hitungan ke-2 saia langsung lari ke depan, sehingga pada hitungan ke-3 yang lain pada ketutup. Wakaka… Sori buat Bang Budi yang berada tepat di belakang saia. Wakaka…

Acara di pantai berakhir pada waktu memasuki waktu ashar. Dalam perjalanan selanjutnya APV berada di depan karena kami sudah pasti tau jalan pulang. Bang Jati mengebut dengan seksama. Kami melanjutkan perjalanan ke Istana Ratu Boko. Padahal Achy sudah memberikan sinyal emoh, tapi penumpang Avanza keburu kepengen meneruskan perjalanan supaya gak penasaran karena kita sudah hampir sampai di tujuan. Kami sampai di sana jam 5 sore (lupa tepatnya sebelum apa sesudah jam 5?). Hari sudah hampir senja. Untungnya masih dalam waktu ashar. Saia sempat untuk shalat ashar pada waktunya.

Ternyata di tempat ini sedang ada shooting film entah film apaan. Yang jelas kami diminta untuk tidak berisik selama 4 menit, tapi kenyataannya lebih. Rugi 4 menit deh cuy… Objek wisata ini sedang dalam proses renovasi, sehingga lebih mirip reruntuhan daripada sebuah istana megah. Sesi foto-foto di sini sangat pendek karena sudah lewat maghrib dan langit sudah gelap. Saia dan Bang Hafiz menyempatkan shalat maghrib di sini. Hari ini saia berhasil shalat pada waktunya dalam perjalanan.

Jam menunjukkan hampir jam 7 malam WIB. Itu artinya? It’s time to RACE. Dan sialnya saia gagal menonton start. Padahal start adalah bagian terpenting dalam suatu race karena tanpa start berarti tidak ada finish. Ya gak?

Kami muter-muter gak karuan nyari tempat makan sampai akhirnya berhenti di warung makan sebelah baratnya BTN Concat. Untungnya mas yang kerja di warung itu mengizinkan saia untuk mengubah acara “Termehek-mehek” menjadi acara “Nonton Bareng F1 LIVE“. Akhirnya impian nonton F1 LIVE bareng pun terlaksana, meskipun tidak dari awal start race.

Di warung ini kami pesan berbagai macam menu. Saia join dengan Bang innu pesan Udang Asam Manis. Bang Hafiz pesan Cap Cay kuah. Perlu diingat bahwa capcay di warung ini porsinya super gede. Jadi, kalo pesan buat diri sendiri sebaiknya tidak dengan nasi. Sementara para penumpang makan, para driver mengembalikan Avanza agar tidak terkena denda sekaligus memulangkan sebagian dari peserta piknik. Kami makan sambil tegang menonton aksi Jenson Button. Sedang Bang Aleq? Dia sangat kecapekan dan lesu. Kantong matanya sudah tebal menghitam.

Makan-makan selesai bersamaan dengan berakhirnya race yang mengecewakan karena Ferrari gagal menempatkan Felippe Massa di puncak podium. Pulang diantar Bang Jati masih dengan APV ajaib. Sampe di kost. ngantuk dan capek. Niat nonton berita tengah malam malah ketiduran. Selamat tidur Mbak Manda… Sori gak bisa nemenin siaran Zzzz…Zzzz…Zzzz………….

Transport Rp30.000,00
Tiket Rp15.000,00
Makan Rp5.000,00+Rp5.000,00+Rp7.500,00
Total Rp62.500,00

tamansaritamansaripantai
Foto lebih lengkapnya bisa diliat di sini

Minumnya Teh Botol Sosro

Kemaren menemani Bang Hafiz syukuran wisuda di MU. Yang mau wisuda ada Bang Hafiz, Bang Taufik Teguh, Bang Doni, Bang Bimo, Bang Asad, dll. Yang mo wisuda segitu banyak. Yang diajakin makan2 cuma betiga. Jadilah kita kelebihan makanan dan minuman. Minumnya Teh Botol Sosro dong. 4×3 = 12. Saia aja minum 3 botol. Karena sebelum acara dah dikasih snack, sebelum makan siang kita dah kenyang. “Kue ketannya basi”.

Pas selesai acara dilanjutin dengan makan siang. Wah kenyang banget cuy. Tapi masakannya kayak kendurenan gitu. Kentang dioseng. Kelebihan stok makanan nih. Bang Bimo aja bawa pulang 4 box. Kalo Bang Hafiz bawa 1 box buat Bang Wawan.

Habis makan siang, Bang Hafiz dari tadi makan gak ada air karena teh botolnya dah habis. Mending minta lagi di depan. Alhamdulillah dikasih. Waw dalam 2 jam minum 4 Teh Botol Sosro. Rekor saia nih. Dan yang saia liat tuh ada 3 kerat Teh Botol Sosro dah kebuka tutup botolnya. Belum diminum cuy. Astaghfirullah… botolnya dah dibuka berarti dah bayar dong. Berarti kudu diminum semua tuh. Kalo nggak ya rugi dong MIPA.

Pesan moral : Kalo buka botol minuman harus diminum sampe habis loh, karena membuka = bayar.

Vaksin Kedua buat Nebey

Setelah vaksin pertama dianjurkan untuk mengulang vaksin sebulan kemudian. Pengennya sih yang murah2 aja. Kan kucing kampung. Ngapain juga mahal2.

19 January 2009
Pertama-tama tanya di petshop langganan saia via sms eh malah gak dibalas. Saia langsung emosi kalo sms gak dibalas. Apalagi yang gak balas toko.

20 January 2009
Tanya di petshop yang dekat Kuncen dapat Rp95.000,00.

21 January 2009
Ke Ring Road Utara. Mau masuk ke petshop yang lumayan gede namanya Ring Road. Pas mau masuk…Eh di depannya dijagain sama anjing gede. Ya udah gak jadi. Ngaburrr… Trus ke utaranya makro ketemu dengan harga Rp100.000,00.

22 January 2009
Rekor yang paling murah Rp95.000,00. Trus pengen nyoba ke Rumah Sakit Hewan UGM. Berangkat sekitar jam setengah 8. Ternyata sudah buka. Tanya2 di bagian loket alias apotek. Cihuy dapat harga Rp100.000,00 dah termasuk periksa tinja.

Di Rumah Sakit Hewan UGM kayaknya yang menangani para mahasiswa Kedokteran Hewan. Satu ruangan aja ada 4 dokter. Untungnya  Nebey gak horor kayak pas ngasih vaksin pertama. Proses berjalan lancar. Pas waktu diambil tinjanya dia ngamuk. Wakaka… Untungnya tidak ada korban yang terluka oleh cakaran mautnya.

Kesimpulan : Rumah Sakit Hewan UGM lebih enak karena para dokternya ramah lagipula harganya lebih murah daripada petshop lain karena sudah termasuk periksa tinja. Lebih asyik lagi kalo ketemu calon dokter yang cantik. Cihuuuy…………………

Storming UGM

Sore sekitar jam 3an kemaren 7 November 2008 ada hujan deras bercampur badai di Jogja. Tapi badainya cuman di kawasan UGM saja. UGM jadi berantakan. Untungnya saia pas lagi gak di kampus. Saia waktu itu ada di kostnya Bang Innu. Kata Bang Tio ada badai di MU. Wah kayaknya seru juga nih badai.

Kata saksi mata yang berada di Mirota Kampus sih anginnya pertama ke sana trus ke sini. Serem kan?

Ini hasilnya.

Utaranya KOPMA
BEM
Jualan buku di depan KOPMA
Sup buah

Tapi kamar saia juga bocor airnya kena speaker dan monitor.

Buruknya Hosting di web.ugm.ac.id

cape deeh

udah posting banyak2 ternyata pas besok dibuka lagi blog saia kok malah error

inilah resikonya hosting di web.ugm.ac.id yang gak jelas bagusnya gimana

sekarang saia udah pindah ke wordpress

Selamat datang di blog the riza de kasela

Ditulis dalam Blog. Tag: , , , . 2 Komentar »